Sesat

      Rasa gelisah yang setiap harinya menghantui bimbang dalam segala hal yang mustinya tidak harus terjadi, Tamparan keras hamba rasakan tiap-tiap hembusan nafas begitu dahsyat, bahkan sampai seluruh sukma merasakannya.

             Semesta yang mana semestinya memberikan petunjuk arah, Begitu sombong dan enggan menatap dan memilih untuk diam. Teka-teki ini cukup sulit bahkan sampai hamba khilaf bagaimana caranya untuk menyerah.
             

           Wahai alam apakah kau tau bagaimana caranya hamba memecahkan misteri teka-teki itu, segelintir angin yang berhembus sekaligus membawa pesan atas perintah semesta wahai makhluk berakal coba rasakan kesejukan daku ketika datang.
           

            Tidak terlihat dan tetapi seluruh jagat semesta turut merasakan kedatangan daku dan kesejukan itu sekaligus membawa  jawaban untuk hambanya yang bersyukur.
             

           Waktu terus mengejar dan sampai dititik dimana hamba harus menyelesaikan semua teka teki itu.
           

           Wahai sang maha esa hanya kebadamulah hamba memohon dan tempat hamba mengadu, berapa kali hamba lalai berapa kali hamba lengah dalam melawan semua tantangan yang menghandang.
            

          Wahai sang maha esa sampai kapan tantangan ini berlanjut, aku tidak menyalakan kau tetapi aku sadar semua tantangan ini adalah tamparan keras kepada daku yang setiap saat lalai sekali menjalankan tugas darimu.
           

          Bisakah kasih jeda sekejab agar hamba bisa melangkah ke arah yang mana semestinya engkau harapkan.
   

         Jika engkau bilang aku kuat maka aku pun akan sependapat, jika pada akhirnya aku menyerah mungkin aku salah arah.

Tangerang, 21 Desember 2022 19:54

Komentar

Postingan Populer