Tentang Fana

 Sungguh ingin ku ceritakan dari mana,

Pertemuan singkat namun sungguh sulit untuk melupakanmu

Canda tawa membuat ku terjebak oleh senyum manis 

Mencoba memahami semua karakter itu hampir semua aku kuasai

Engkau pun membalas semua dengan lepas sehingga aku mencoba untuk memasuki kehidupan mu setelah engkau menempuh cerita yang perih di masa lalumu.


Perlahan perasaan cinta itu tumbuh begitu cepat,

Satu sama lain mungkin merasakan hal yang sama 

Sampai dipuncak bom waktu itu pun meledak. Namun ledekan itu hanya aku yang merasakan kepahitan bukan cerita manis yang ku dapat

Begitu banyak harapan dan rencana yang sudah di susun sedemikian rupa harus merasakan kekecewaan yang begitu pedih dalam ingatan.


Kau yang terlebih dahulu menaruh harapan mengapa kau yang menghancurkan semuanya, mengapa kau selalu mengaitkan ku dengan masa lalu mu dan sangat di sayangkan engkau hanya mendapatkan separuh cerita nya saja,  engkau belum mencoba dapat seluruh cerita itu mengapa begitu cepat kau menghilang. 


Dari kehilangan ini, kau telah mengajarkan ku berhenti mengharapkan sesuatu yang belum terwujud dan aku serahkan cerita ini kepada semesta supaya bisa dibuat ulang sesuai alur ceritanya yang hambanya inginkan.


Maafkan hamba telah gagal menjaga perasaan itu entah kesalahan apa yang membuatmu terluka sampai engkau begitu membenciku, walaupun singkat engkau tetap menjadi sebuah kata dalam cerita ku, sekali pun kau sudah tak terlihat lagi keberadaannya, terbanglah yang bebas temukan lah apa yang enkau rencanakan, aku akan titipkan kepergian engkau kepada semesta untuk tetep menjagamu ketika kau lelah dan terluka, selamat tinggal wahai bidadari, cerita mu masih panjang dan belum tamat. Semesta tidak meninggalkanmu dan tidak (pula) membencimu, -(Ad-Duha[93]:3)


Tanggerang, 04 November 2023

Komentar

Postingan Populer