Surat Kabar

 Selepas kepergianmu hamba sulit sekali untuk melangkah, langkah demi langkah seirama dengan gelisah setiap saat memikul denyut nadi yang amat perih, kini aku melangkah ke segala sudut malam, menyusuri urat nadi, menarikan hasrat, saat jantung menuliskan debarnya sebelum berhenti. 


Bertanya kepada rembulan enggan bercerita, keluh hamba hanyalah sebuah perbincangan komical, bintang tersenyum melihat sang surya yang sudah tidak sabar untuk segera mengambil tindakan atas semua prasangka yang ada didalam panasnya hati.


Dan kisah kita, terbingkai dalam satu lukisan terindah, tersimpan di ruang kerinduan, yang hanya aku dan engkau yang mampu menyentuhnya. mungkin, inilah yang disebut dengan duka. aku melukis pelangi di langit senja, dan kau memindahkan hujan di mata.



Cikarang, 13 Juli 2021.


Komentar

Postingan Populer