Sakura Yang Terpilih

 Sakura-san begitu angkuhnya kamu, pertemuan awal yang begitu sangat mengesankan untuk diceritakan, namun sudah cukup sampai di sini dalam meneruskan cerita itu.


Cukup satu korban saja yang mengalaminya tak perlu dilanjutkan khawatir semakin banyak jatuhnya korban. Pertemuan yang begitu lucu melalui suatu aplikasi dan bertemu dikemudian hari sudah bukan hal yang lumrah dikalangan remaja, bertemu yang sebenarnya belum bisa dipertemukan kembali sebab bukan pertikaian, bukan juga perselingkuhan, melainkan ini tentang rasa yang tidak bisa untuk dipaksakan tetapi sebetulnya biasa untuk diperdebatkan, sebab semua ciptaannya memiliki rasa dan perilaku yang berbeda.


Membagi cerita dan pengalaman dimasa lalu yang begitu suram sudah seharusnya memilih untuk dilupakan dan hanya menjadi kenangan, mempunyai pengalaman yang sama belum tentu bisa menjadikan perasaan itu dapat bersatu, sungguh sangat disesalkan mengapa harus hamba yang dapat merasakan kenyamanan itu dan salah dalam menyikapi semua sifat lemah lembut yang begitu anggun.


Bait demi bait tertulis oleh pena dalam bercumbu untuk menjadi sakura adalah pilihan terakhir, sebab hamba hampir menguasai seluruh keharumannya sampai lupa bahwa keharumannya itu bukan untuk dimiliki, tetapi dari keharumannya hamba menyimpan rasa ingin sekali memilikinya supaya keharuman itu terjaga. 


Hanya kata yang hamba berikan untuk meluluhkan hatinya, namun semuanya itu hanya sebuah ketakutan sendiri dari kisah masa lalunya yang hanya dirawat karena cuma ingin di milikinya tanpa harus mencintai.


Entah itu sebetulnya kejahatan atau memang takdir, engkau pernah mengatakan bahwa tidak ini terlalu cepat dalam mengambil sebuah keputusan tetapi mengapa engkau begitu cepat memendam rasa, begitu juga hal nya dengan hamba, sudah menaruh begitu besar harapan dan sudah banyak juga yang ingin hamba perbaiki dalam hiruk pikuk kehidupan bersama engkau sakura. 


Pada akhirnya harapan dan kecintaan itu musnah dengan begitu cepat ketika hamba benar benar begitu yakin bahwa kamu lah yang pantas mendapatkan semuanya. kecintaan hamba terhadap engkau hampir sempurna lantaran engkau yang selalu membalas hamba dengan senyuman walaupun senyuman itu bukan senyuman tulus namun senyuman itu yang membuat hamba harus menerima rasa perih begitu dahsyat, sampai ingin melepaskannya saja begitu berat. 


Terima kasih atas semuanya kebaikan kamu yang hanya bisa hamba ingat dan kejahatanmu lah yang cuma hamba rasakan. Engkau begitu lembut menerima dan engkau begitu keras untuk melupakan, entah kesalahan apa yang hamba perbuat sampai engkau begitu kecewa denganku, kata maaf mungkin bukan yang pertama karena menjadi salah atas kesalahan yang belum tau salahnya dimana itu membuat hamba sulit untuk melupakanmu.


Wahai sakura mengapa kau menutupi kejahatan itu dengan kenyamanan membuat hamba terjebak dari zona itu. Dalam tulisan ini aku hanya dapat merasakan keharuman yang begitu perih dan menikmati nya dengan kesedihan.


Semoga apa yang engkau cari dapat terwujud, jika memang keputusan itu tepat hanya kata selamat tinggal lah yang bisa hamba ucapkan, hati hati perjalanannya karena engkau sosok yang baik dan hamba tidak terima jika engkau di sakiti oleh orang jahat. Dan dihari 28 Oktober 2023 sudah aku rancang sedemikian rupa aku ingin mengungkap kan semua rasa cinta tulus ini namu niat itu harus hampa kubur karena keputusan mu yang bergantian menjadi ucapan selamat tinggal.


Akan hamba lepaskan perasaan ini dengan ikhlas dan berdoa agar engkau selalu dilindungi dari orang yang ingin berniat jahat dengan anda. 



Love You Sakura.



Jakarta, 28Oktober2023






Komentar

Postingan Populer